Pengertian Modal Auxiliary – Lanjutan

Pengertian Modal Auxiliary – Lanjutan

Pada postingan ini saya akan melanjutkan pembahasan mengenai penggunaan Modal Auxiliary yang pada posting sebelumnya saya sudah menjelaskan sebagian bagaimana Modal Auxiliary tersebut digunakan dalam kalimat. Untuk melengkapi penjelasan tentang penggunaan Modal Auxiliary saya akan melanjutkan posting sebelumnya.

Penggunaan Modal Auxiliary

May
May digunakan untuk menyatakan :

  • Memberi dan meminta ijin.
    Contoh:
    May I go home now ?. (Bolehkan Saya pulang sekarang ?).
    You may copy this file. (Anda boleh mengkopi file ini.)
  • Menyatakan kemungkinan (posibility).
    Contoh :
    Susan may know Joko’s address. (Susan mungkin tahu alamatnya Joko).
  • Menyatakan permohonan atau do’a.
    Contoh :
    May God bless you. (semoga Tuhan memberkati Anda).

Might
Might merupakan bentuk past tense dari may, might digunakan untuk menyatakan hal-hal sebagai berikut :

  • Kalimat tidak langsung berdasarkan pada urutan tense, bila kalimat induk menggunakan kata kerja bentuk lampau (past tense) maka anak kalimat menggunakan might.
    Contoh :
    – If She entered the contest, She might actually win. (Jika dia ikut kontes, dia bisa menang).

Must
Salah satu Modal Auxliary yang digunakan untuk menyatakan :

  • Kewajiban atau keharusan. Contoh :
    – I must study English. (saya harus belajar Bahasa Inggris).
    – You must do your duty. (Anda harus melakukan tugas Anda).
  • Menunjukkan suatu kesimpulan yang tidak bisa dipungkiri kebenarannya atau untuk menyatakan suatu kemungkinan yang kuat. Contoh:
    – We must eat to live. (Kita harus makan untuk hidup).
    – He must be in Yogyakarta. (Dia kemungkinan berada di Yogyakarta).
  • Untuk membuat kata kerja utama menjadi negatif yang berarti bahwa larangan untuk melakukan sesuatu.
    Contoh :
    – You mustn’t smoke here. (Anda dilarang merokok disini).
    – She must not be late. (Dia tidak boleh telat).

Ought
Ought To yang didalam Bahasa Indonesia berarti seharusnya, sewajarnya atau sebaiknya, digunakan untuk menyatakan :

Kewajiban atau keharusan yang terjadi dimasa lampau, kini atau pun masa yang akan datang.
Contoh :
– He ought to here now. (Dia seharusnya berada disini sekarang).

Perintah lembut atau menyarankan.
Contoh :
– You ought not to be late again. (Anda sebaiknya tidak terlambat lagi).

 Need

Need bisa berfungsi sebagai auxiliary verb maupun main verb. Pada auxiliary verb need hanya digunakan dalam kalimat tanya dan kalimat negative. Perhatikan contoh kalimat dibawah :

– Need he go ?. (Perlukah Dia pergi ?).

– She needn’t do it. (Dia tidak perlu melakukan itu).

Penggunaan need sebagai ordinary verb yang dalam Bahasa Indonesia mempunyai arti memerlukan atau membutuhkan bisa ditunjukkan dengan contoh berikut :

They need a new house. (Mereka membutuhkan rumah baru).

Do you need new pants. (Apakah Anda membutuhkan celana baru ?).

Dare

Sama seperti need, dare juga bisa berfungsi sebagai auxiliary verb maupun main verb. Jika digunakan sebagai auxiliary dare dalam bahasa indonesia mempunyai arti berani :

– She dare go out alone. (Dia berani pergi sendirian).

– She dare not speak a word. (Dia tidak berani bicara)

 Used

Used to digunakan untuk menyatakan suatu kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang pada masa lalu tetapi saat sekarang tidak dilakukan lagi.

Contoh :

He used to play the marbles when he was young. (Dia biasa sering bermain kelereng ketika dia muda).

Lidya used to eat meat, but now she is vegetarian. (Lidya biasanya memakan daging, tetapi sekarang Dia vegetarian).

Demikian lanjutan postingan sebelumnya yang membahas tentang Pengertian Modal Auxiliary, semoga postingan lanjutan ini bermanfaat untuk kita semua.

 

Pengertian Modal Auxiliary

Pengertian Modal Auxiliary

Modal Auxiliary atau sering dikenal juga dengan istilah Secondary Auxiliary Verbs merupakan kata kerja bantu yang memberikan arti tambahan pada Main Verbs dalam kalimat, seperti menunjukkan sesuatu yang akan terjadi (futurity), menunjukkan nasihat (advice), menunjukkan kewajiban (duty), menunjukkan kemungkinan (probability) dan lain sebagainya.

Penggunaan Modal Auxiliary

Yang termasuk dalam Modal Auxiliary yaitu : shall, should, will, would, can, could, may, might, must, ought, need, dare dan used. Saya akan membahas satu persatu dari Modal Auxiliary beserta penggunaan dalam kalimat.

Shall

Shall bisa digunakan untuk menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

  • Kejadian yang akan dilakukan (futurity) dalam sebuah kalimat.
    Contoh :
    – I shall go to Jakarta tomorrow. (Saya akan pergi ke Jakarta besok).
  • Digunakan untuk membuat penawaran atau menawarkan sesuatu.
    Contoh :
    Shall I make coffee for you ?. (Bolehkah saya membuatkan kopi untuk Anda?).
  • Digunakan untuk membuat saran.
    Contoh :
    Shall we go to the zoo tomorrow ?. (Bagaimana kalau kita pergi ke kebun binatang besok?).
  • Digunakan untuk menyatakan kewajiban.
    Contoh:
    – Every citizen shall pay the tax. (Setiap penduduk harus membayar pajak)

Should

Should merupakan bentuk past tense dari kata Shall dan biasanya digunakan untuk menyatakan hal-hal sebagai berikut :

  • Should sebagai bentuk past tense dari shall, penggunaan should ini sering kita jumpai dalam kalimat tidak langsung (indirect speech).
    Contoh :
    – She said that I should visit her tomorrow. (Dia bilang bahwa saya akan mengunjunginya besok).
  • Fungsi should berikutnya adalah untuk menyatakan sebuah nasehat (advice).
    Contoh :
    – You should eat more fruit. (Anda harus lebih banyak makan buah-buahan)
  • Untuk membentuk kalimat yang menunjukkan kewajiban (duty).
    Contoh :
    – You should pay your debt. (Anda harus membayar hutangmu).
  • Should juga bisa menunjukkan sebuah kemungkinan (probability).
    Contoh :
    – If it should rain, I will stay at home. (Jika hari hujan, Saya akan tinggal dirumah).
  • Membuat pengandaian untuk waktu yang akan datang.
    Contoh :
    Should she fall, she shall notify me. (Seandainya dia gagal, dia akan memberitahu saya).

Will

Will digunakan untuk menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

  • Will digunakan untuk menunjukkan tindakan yang akan dilakukan (futurity).
    Contoh :
    – I will buy a new car tomorrow. (Saya akan membeli sebuah mobil baru besok).
  • Untuk menunjukkan keinginan atau kemauan.
    Contoh :
    – I will help you. (Saya akan membantu Anda).
  • Untuk menyatakan kebenaran abadi (timeless truth).
    Contoh :
    – The stone will sink in the water. (Batu akan tenggelam di dalam air).

Would

Would merupakan bentuk past tense dari will dan digunakan untuk menyatakan hal-hal berikut :

  • Menyatakan kebiasaan yang dilakukan pada masa lampau.
    Contoh :
    – When she was a girl, her mother would tell her stories. (Ketika dia masih kecil, Ibunya suka bercerita kepadanya).
  • Untuk memperhalus/mempersopan suatu permohonan.
    Contoh :
    Would you mind helping me ?. (Maukah Anda menolong saya ?).
  • Menunjukkan karakter seseorang yang telah diduga sebelumnya.
    Contoh :
    – Every morning she would go for a long walk. (Setiap pagi dia akan pergi untuk berjalan-jalan).

Can

Can yang berarti “bisa” dalam Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk menyatakan hal-hal sebagai berikut :

  • Menyatakan kemampuan atau kemahiran (ability) seseorang.
    Contoh:
    Can you speak Mandarin ?. (Apakah anda bisa berbahasa Mandarin ?)
  • Menyatakan permintaan ijin.
    Contoh :
    – You can ask me a personal question. (Anda bisa bertanya soal pribadi kepada saya).
  • Menyatakan kemungkinan.
    Contoh :
    – You can be a millionaire. (Anda bisa menjadi seorang jutawan).

NB : Can juga digunakan untuk (Main Verbs) yang berarti mengalengkan atau memasukkan dalam kaleng. Contoh :
– They are canning potatoes. (Mereka sedang mengalengkan kentang).

Could

Could merupakan bentuk lampau dari Can yang digunakan untuk menyatakan hal-hal sebagai berikut :

  • Menyatakan kemampuan atau kemahiran (ability) seseorang mengerjakan sesuatu.
    Contoh :
    I could play football when I was a kid.. (Saya bisa bermain bola ketika saya masih kecil).
  • Menyatakan permintaan ijin untuk kalimat yang lebih sopan.
    Contoh :
    Could I see your identity card ?. (Bolehkan saya melihat kartu identitas anda ?).

Demikian penjelasan tentang Modal Auxliary (shall, should, will, would, can) untuk penjelasan Modal Auxiliary selanjutnya (could, may, might, must, ought, need, dare dan used) bisa dibaca disini Pengertian Modal Auxiliary – Lanjutan. Semoga postingan kali ini bermanfaat bagi kita semua yang mempelajari bahasa inggris.

Pengertian Primary Auxiliary Verbs

Pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang Main Verbs dan Auxiliary Verbs, tetapi pada postingan tersebut penjelasan tentang Auxiliary Verbs sangat singkat sehingga dalam postingan kali ini saya akan membahas lebih detil tentang Auxiliary Verbs yang kita ketahui dikelompokkan menjadi 2 yaitu Primary Auxiliary Verbs dan Secondary Auxiliary Verbs. Saya akan membahas satu persatu dan akan dimulai dengan penjelasan tentang Primary Auxiliary Verbs.

Pengertian Primary Auxiliary Verbs

Primary Auxiliary Verbs adalah auxiliary verbs (kata kerja bantu) yang tidak mempunyai arti tambahan untuk Main Verbs atau tidak menambahkan arti tambahan pada Main Verbs. Primary Auxiliary Verbs dapat berfungsi sebagai Auxiliary Verbs (kata kerja bantu) maupun Main Verbs (kata kerja utama)

Contoh :
– I am reading a book.
– She is an intelligent girl.

Untuk lebih jelasnya disini akan saya jelaskan satu persatu dari Primary Auxiliary Verbs beserta fungsinya dalam kalimat.

Be

To be (am, is, are, was, were, being) dapat digunakan sebagai Auxiliary Verbs untuk membentuk continous tense dan kalimat pasif, to be bisa berfungsi sebagai Auxiliary Verbs (kata kerja bantu) bisa pula berfungsi sebagai Main Verbs (kata kerja utama).

  • Untuk membentuk continous tense :
    I am reading a book. (saya sedang membaca buku).
  • Untuk membentuk kalimat pasif :
    Angela is loved by Andy. (Angela dicintai oleh Andy).

Do

Do (Does, Did) digunakan untuk membentuk kalimat negative dan introgative pada present tense dan past tense :

  • Untuk membentuk kalimat negative present tense :
    – I do not understand Greek. (saya tidak mengerti bahasa Yunani).
  • Untuk membentuk kalimat tanya present tense :
    Do you understand Greek ?. (apakah kamu mengerti bahasa Yunani).
  • Untuk membentuk kalimat negative past tense :
    – He didn’t come. (Dia tidak datang).
  • Untuk membentuk kalimat tanya past tense :
    Did he come ? (apakah dia sudah datang)
  • Untuk membentuk kalimat perintah negative (negative affirmative) :
    Don’t be stupid !. (jangan jadi bodoh).
  • Untuk memberikan tekanan pada kalimat perintah (empathic affirmative) :
    Don’t forget me! (jangan lupakan saya)

Have

Have (has, had, having) digunakan untuk membantu pembentukan kalimat perfect tense dan pembentukan kalimat pasif, Have menjadi Auxiliary Verbs jika membentuk verb phrase (Auxiliary Verbs + Main Verbs).Contoh :

  • Membentuk kalimat present perfect tense :
    – She has bought a horse. (Dia telah membeli seekor kuda).
    – The work have been finished. (Pekerjaan itu telah diselesaikan).
    Have you ever seen the ghost ?. (Pernahkah Anda melihat hantu).
    – How long have you been in Jakarta. (Sudah berapa lama Anda tinggal di Jakarta).
  • Untuk membentuk kalimat negative :
    She has not done it. (Dia tidak melakukan hal itu).

Demikian Pengertian dan contoh penggunaan dari Primary Auxiliary Verbs. Selanjutnya untuk mengetahui lebih detil tentang Secondary Auxiliary Verbs Klik Modal Auxiliary Verbs. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Apa itu Main Verbs dan Auxiliary Verbs

Main Verbs dan Auxiliary Verbs merupakan 2 hal yang penting dalam mempelajari Bahasa Inggris apalagi jika berkaitan dengan grammar, karena didalam mempelajari grammar kita akan selalu menggunakan kedua jenis kata kerja tersebut.

Pengertian Main Verbs

Main Verbs yang juga kadang dinamakan lexical verbs atau ordinary verbs merupakan bagian yang penting dalam sebuah kalimat, karena Main Verbs menunjukkan apa yang dilakukan oleh subjek. Untuk mengenali Main Verbs biasanya ditunjukkan dengan ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Bentuknya bisa berubah sesuai subjek dan konteks kalimatnya (baca : Finite Verbs dan Nonfinite Verbs).
  2. Main Verbs bisa berdiri sendiri dalam sebuah kalimat dan bisa juga digabung dengan kata kerja bantu.
  3. Jika digunakan dalam kalimat negative dan pertanyaan menggunakan kata bantu did atau do.

Contoh :

  • Do you understand English ?. )Pahamkah Anda Bahasa Inggris ?).
  • No, I don’t know her. (Tidak, saya tidak mengenal dia).
  • Did you met her yesterday ?( Apakah Anda bertemu dengannya kemarin ?).

Pengertian Auxiliary Verbs

Auxiliary Verbs adalah kata kerja yang berfungsi untuk membantu kata kerja utama (Main Verbs) agar pengertiannya menjadi jelas menurut tense (konteks kalimat) atau memberi tambahan arti kalimat. Auxiliary Verbs yang juga disebut sebagai helping verbs merupakan kebalikan dari Main Verbs. Auxiliry Verbs juga mempunyai ciri-ciri yang membedakannya dengan Main Verbs, ciri-ciri tersebut adalah :

  1. Letak dari Auxiliary Verbs berada dibelakang/sebelum Main Verbs (kata kerja utama).
  2. Auxiliary Verbs tidak bisa berdiri sendiri kata kerja ini harus digabung dengan kata kerja lainnya (Main Verbs).

Contoh :

  • He is reading a book. (Dia sedang membaca sebuah buku).
  • He will go to Bali. (Dia akan pergi ke Bali).
  • I can swim in river. (Saya bisa berenang di sungai).

Kata kerja yang bercetak tebal diatas merupakan Auxiliary Verbs dan letaknya selalu berada dibelakang/sebelum Main Verbs. Ada dua macam Auxiliary Verbs dalam penerapannya pada sebuah kalimat yaitu : Primary Auxiliary Verbs (to be, to do dan to have) dan Secondary Auxiliary Verbs (will, shall, sould, would, can could, may, might, dare, need dan used to). Kedua jenis Auxiliary Verbs ini masing-masing mempunyai fungsi tersendiri dalam penerapannya pada sebuah kalimat.

Demikian penjelasan singkat tentang Main Verbs dan Auxiliary Verbs, mengenai penjelasan tentang Primary Auxiliary Verbs dan Secondary Auxiliary Verbs akan saya bahas dipostingan selanjutnya. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Tentang Finite Verbs dan Nonfinite Verbs

Finite Verbs (kata kerja terbatas) dan Nonfinite Verbs (kata kerja tak berbatas) merupakan kata kerja (verb) yang dibagi berdasarkan perubahan bentuk dan perubahan tersebut mengikuti subjek dalam suatu kalimat.

Pengertian Finite Verbs

Finite Verbs ( kata kerja terbatas) adalah kata kerja yang mengalami perubahan bentuk sesuai dengan subjek dan tensesnya yang berfungsi sebagai predikat dalam kalimat, atau dengan kata lain finite verbs adalah bentuk-bentuk dari kata kerja yang menyesuaikan dengan subjek dan tensesnya baik dari jumlah dan maupun personalnya. Finite Verbs merupakan kata kerja utama dari sebuah kalimat dan hanya digunakan dalam Present Tense dan Past Tense.

Contoh :

  • I read a book. (saya membaca buku).
  • She writes a letter. (Dia menulis surat).
  • They went to Yogyakarta yesterday. (Mereka pergi ke Yogyakarta kemarin).
  • You wrote a letter. (Anda menulis surat).

pada contoh diatas merupakan contoh finite verb dan menunjukkan bahwa :

  • Finite Verb read sesuai dengan subjek I,
  • Finite Verb writes sesuai dengan subjek She.
  • Finite Verb went sesuai dengan subjek They.
  • Finite Verb wrote sesuai dengan subjek You.

dan semua Finite Verb diatas merupakan predikat dalam kalimat tersebut.

Pengertian Nonfinite Verbs

Nonfinite Verb merupakan kebalikan dari Finite Verb, Nonfinite Verb tidak mengalami perubahan bentuk sesuai dengan subjek dan tense-nya. Nonfinite Verb juga bukan merupakan kata kerja utama (main verb) dan disebut juga sebagai kata kerja tidak lengkap (incomplete verb) karena kata kerja ini tidak menunjukkan apa yang dilakukan tetapi nonfinite verb bisa berfungsi sebagai kata benda, kata keterangan dan kata sifat. Berbeda dengan Finite Verb hanya ada pada present tense dan past tense, nonfinite verb bisa termasuk dalam infinitive, present participle, dan past participle.

Contoh :

  • I want to write a letter. (Saya ingin menulis sebuah surat).
  • You will write a letter. (Anda akan menulis sebuah surat).
  • She is writing a letter. (Dia sedang menulis sebuah surat).
  • I have written a letter. (Saya telah menulis sebuah surat).

kata kerja yang bercetak tebal diatas adalah nonfinite verbs (kata kerja tak terbatas)

Demikian penjelasan singkat tentang definisi dan contoh dari Finite Verbs dan Nonfinite Verbs. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang berkunjung kesini.

Apa itu Irregular Verbs

Pengertian Irregular Verbs

Irregular Verbs adalah kata kerja yang perubahannya tidak seperti pada regular verb hanya dengan ditambahkan akhiran -d dan -ed, pada kata kerja Irregular Verb setiap kata kerja mempunyai aturan sendiri pada kata kerja bentuk pertama (infinitive) menjadi kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle).

Irregular-verbs

Contoh dalam kalimat penggunaan kata kerja bentuk kedua pada Irregular Verbs

  • She went to your house. (Dia pergi ke rumahmu)
  • We ate the fruit, and it was good. (Kami memakan buah, dan itu bagus)

Pada Irregular Verbs bentuknya bisa dibagi menjadi 3 bagian atau tiga kelompok :

  1. Pertama, ada kata kerja tak beraturan (irregular verb) yang bentuk kedua (past tense) dan bentuk ketiga (past participle) tidak berubah dari bentuk pertamanya (infinitive).Contoh :
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Bet Bet Bet Bertaruh
    Bid Bid Bid Menawar
    Cut Cut Cut Memotong
    Hurt Hurt Hurt Melukai
    Cost Cost Cost Berharga
  2. Kelompok yang kedua adalah Irregular Verbs (kata kerja tak beraturan) yang bentuk kedua dan bentuk ketiganya sama tetapi berbeda dengan bentuk pertama.
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Buy Bought Bought Membeli
    Bleed Bled Bled Berdarah
    Bind Bound Bound Mengikat
    Creep Crept Crept Merangkak
    Fling Flung Flung Membuang

    Catatan Tambahan : Untuk kata kerja yang berakhiran berakhiran dengan huruf -ch, -f, -k, -p, -s, -sh dan -x, Jika kata kerja tersebut berada dikata kerja bentuk kedua dan kata kerja bentuk ketiga maka ditulis dan diucapkan dengan akhiran huruf -t.

  3. Kelompok yang terakhir dari Irregular Verbs (kata kerja tak beraturan) adalah ketiga bentuk kata kerja mempunyai bentuk yang berbeda baik kata kerja bentuk pertama (infinitive), kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle).Contoh :
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Take Took Taken Mengambil
    Go Went Gone Pergi
    Fly Flew Flown Terbang
    Eat Ate Eaten Makan
    Blow Blew Blown Bertiup

Demikian Pengertian dari Irregular verbs dan bentuk-bentuknya yang bisa dibagi dalam tiga kelompok. Semoga postingan kali ini bisa menambah wawasan anda tentang Irregular verb dan pola-pola bentuknya dari kata kerja bentuk pertama menjadi kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle).

Cara Merubah Bentuk Regular Verb (Lanjutan)

Pada postingan kali ini saya akan melanjutkan postingan sebelumnya (Pengertian dan Bentuk Regular Verb) mengenai cara-cara penulisan Regular Verb untuk membentuk kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle) dari kata kerja bentuk pertama (infinitive).

  1. Cara selanjutnya adalah jika kita menemukan kata kerja bentuk pertama (infinitive) yang hanya terdiri dari satu suku kata dan berakhiran konsonan (huruf mati) dan didepannya ada sebuah huruf vokal, maka huruf konsonan tersebut digandakan ditulis dua kali, baru kemudian ditambah huruf -ed untuk membentuk kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle). Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Beg  Begged  Begged  Meminta
    Jig  Jigged  Jigged  Berjoget
    Rob  Robbed  Robbed  Merampok
    Rub  Rubbed  Rubbed  Menggosok
    Ship  Shipped  Shipped  Mengirimkan
    Jog  Jogged  Jogged  Lari pelan-pelan
  2. Jika kita menemukan kata kerja bentuk pertama (infinitive) mempunyai suku kata lebih dari satu dan berakhiran sebuah konsonan (huruf mati) yang didepannya ada sebuah huruf vokal (huruf hidup)  dan mempunyai tekanan pada suku kata terakhir dalam pengucapannya, maka huruf konsonan (huruf mati) yang terdapat diakhir kata kerja tersebut digandakan atau ditulis dua kali baru kemudian ditambah huruf -ed untuk membentuk kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle). Contoh :
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Admit Admitted Admitted Mengijinkan
    Orbit Orbitted Orbitted Mengorbitkan
    Abhor Abhorred Abhorred Membenci
    Occur Occurred Occurred Terjadi/Berlaku
    Allot Allotted Allotted Mengabaikan

    Ada beberapa kata kerja bentuk pertama (infinitive) walaupun mempunyai suku kata lebih dari satu dan berakhiran huruf konsonan (huruf mati) yang didepannya ada sebuah huruf konsonan (huruf hidup) tidak mengalami penggandaan huruf konsonan seperti diatas walaupun mempunyai tekanan pada suku kata terakhir dalam pengucapannya, kata kerja bentuk pertama (infinitive) ini diantaranya adalah :

    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Repeat Repeated Repeated Mengulang
    Repair Repaired Repaired Memperbaiki
  3. Berbeda lagi dengan yang satu ini yaitu, jika kita menemukan kata kerja bentuk pertama (infinitive) mempunyai dua suku kata yang berakhiran huruf konsonan (huruf mati) yang didahului oleh sebuah huruf vokal (huruf hidup), tetapi penekanan pengucapannya jatuh pada suku kata pertama maka untuk membentuk kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle) langsung ditambah huruf -ed. Seperti contoh dibawah ini :
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Answer Answered Answered Menjawab
    Follow Followed Followed Mengikuti
    Visit Visited Visited Mengunjungi
    Gather Gathered Gathered Mengumpulkan
    Alter Altered Altered Mengubah
  4. Kata kerja bentuk pertama (Infinitive) yang mempunyai akhiran huruf -c dan didepannya ada sebuah huruf vokal (huruf hidup) maka huruf -c ditambah huruf -k lalu ditambah huruf -ed untuk membentuk kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle).
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Picnic Picnicked Picnicked Berpiknik
    Panic Panicked Panicked Membuat Panik
    Frolic Frolicked Frolicked Bersenang-senang
  5. Apabila kata kerja bentuk pertama (Infinitive) mempunyai akhiran huruf -l yang didepannya mempunyai huruf vokal (huruf hidup), maka akhiran -l tersebut ditulis dua kali lalu ditambah huruf -ed untuk membentuk past tense dan past participle. Contoh :
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Cancel Cancelled Cancelled Membatalkan
    Travel Travelled Travelled Bepergian
    Annul Annulled Annulled Menghapus
    Compel Complled Complled Memaksa
    Rebel Rebelled Rebelled Memberontak

    Tetapi ada juga kata kerja bentuk pertama (Infinitive) yang mempunyai akhiran huruf -l dan didepannya mempunyai huruf vokal (huruf hidup) maka akhiran -l tersebut tidak ditulis dua kali seperti pada contoh diatas tetapi langsung ditambah huruf -ed untuk membentuk past tense dan past participle.

    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Sail Sailed Sailed Berlayar
    Mail Mailed Mailed Memposkan
    Conceal Concealed Concealed Menyembunyikan

Demikian cara-cara penulisan regular verb dari kata kerja bentuk pertama (infinitive) menjadi kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle). Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kelancaran berbahasa inggris kita semua.

Pengertian dan Bentuk Regular Verb

Regular Verb (Kata Kerja Beraturan) merupakan kata kerja yang berubah-ubah sesuai dengan waktu digunakannya kata kerja tersebut (sesuai bentuk tense) dan perubahan itu secara teratur. Bisa juga dikatakan, kata kerja yang berubah sesuai dengan aturan yang sederhana hanya menambahkan huruf –d atau –ed pada kata kerja dasar (infinitive) atau kata kerja bentuk pertama sehingga menjadi kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle).

regular verb

Meskipun perubahan bentuk dari regular verb ini secara teratur, tetapi ada beberapa cara yang perlu diketahui dalam menambahkan akhiran huruf -d atau -ed pada kata kerja bentuk pertama (infinitive), Cara-cara penambahan tersebut akan saya jelaskan disini :

  1. Biasanya pada Regular Verb, untuk membentuk past tense (bentuk kedua) dan past participle (bentuk ketiga) kita hanya menambahkan akhiran -ed pada kata kerja dasar (inifinitive) atau bentuk pertama, seperti terlihat pada contoh dibawah :
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
     Add  Added  Added  Menambahkan
     Help  Helped  Helped  Membantu
     Lock  Locked  Locked  Mengunci
     Listen  Listened  Listened  Mendengarkan
     Ask  Asked  Asked  Menanyakan/Bertanya
     Call  Called  Called  Memanggil
  2. Cara yang kedua adalah hanya dengan menambahkan huruf -d pada kata kerja bentuk pertama (Infinitive) yang berakhiran huruf vokal -e untuk membentuk kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle). Contoh
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Advise Advised Advised Menasehati
    Believe Believed Believed Mempercayai
    Manage Managed Managed Mengatur
    Like Liked Liked Menyukai
    Use Used Used Menggunakan
    Smoke Smoked Smoked Merokok
  3. Cara selanjutnya adalah jika kata kerja bentuk pertamanya (Infinitive) berakhiran huruf -y dan didepannya terdapat huruf mati, maka untuk membentuk past tense dan past participle kita harus mengganti huruf -y tersebut dengan huruf -i lalu ditambah -ed, seperti contoh dibawah ini :
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Carry Carried Carried Membawa
    Dry Dried Dried Mengeringkan
    Try Tried Tried Mencoba
    Cry Cried Cried Menangis
    Supply Supplied Supplied Menyediakan
    Reply Replied Replied Menjawab
  4. Jika kata kerja bentuk pertama (Infinitive) mempunyai akhiran huruf -y dan didepannya terdapat huruf vokal, maka untuk membentuk kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle) huruf -y tersebut tidak dirubah hanya ditambah huruf -ed. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut :
    Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
    Annoy Annoyed Annoyed Menjengkelkan
    Betray Betrayed Betrayed Menghianati
    Enjoy Enjoyed Enjoyed Menikmati
    Play Played Played Memainkan
    Pray Prayed Prayed Berdoa
    Convey Conveyed Conveyed Menyampaikan

Demikian Pengertian dan cara-cara dalam membentuk kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk kedua (past participle), karena keterbatasan waktu saya cukupkan sampai disini untuk cara-cara lainnya akan segera saya bahas dipostingan berikutnya.

Regular Verb dan Irregular Verb

Regular Verb dan Irregular Verb adalah kata kerja (Verb) yang pengelompokkannya berdasarkan perubahan waktu (Present, Past tense dan Past Participle) dan cara penulisannya atau bentuknya.

Regular Verb
Regular Verb (Kata Kerja Beraturan) merupakan kata kerja yang berubah-ubah sesuai dengan waktu digunakannya kata kerja tersebut (sesuai bentuk tense) dan perubahan itu secara teratur. Bisa juga dikatakan, kata kerja yang berubah sesuai dengan aturan yang sederhana hanya menambahkan huruf –d atau –ed pada kata kerja dasar (infinitive) atau kata kerja bentuk pertama sehingga menjadi kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiga (past participle).

Contoh :

Infinitive/Bentuk Pertama Past Tense/Bentuk Kedua Past Participle/Bentuk Ketiga Artinya
 Open  Opened  Opened  Membuka
 Advise  Advised  Advised  Menasehati
 Try  Tried  Tried  Mencoba
 Rob  Robbed  Robbed  Merampok

Jika diperhatikan contoh diatas, ternyata perubahan pada Regular Verb mempunyai beberapa cara dalam menambahkan huruf -d dan -ed, untuk mengetahui lebih detail Klik Regular Verb.

Contoh dalam kalimat :

  • The Gate has been opened.
    Pintu gerbang telah terbuka
  • My Father Advised Me to Marry somebody that is taller than Me.
    Ayah menasehati  untuk menikahi seseorang yang lebih tinggi dari saya.
  • I’ve tried everything.
    Saya telah mencoba semuanya.
  • Man who robbed store returns cash and apologizes.
    Pria yang merampok toko itu mengembalikan uang dan meminta maaf.

Irregular Verb

Irregular Verb (Kata Kerja tak Beraturan) adalah kata kerja yang perubahan kata kerja dasar (Infinitive) atau bentuk pertama ke bentuk kedua (past tense) dan bentuk ketiga (past participle) tidak sesuai dengan dengan aturan yang hanya menambahkan –d atau –ed. Pada Irregular Verb setiap kata mempunyai aturan sendiri , ada kata kerja yang kata kerja dasarnya (Infinitive) atau bentuk pertama sama dengan bentuk kedua dan bentuk ketiganya, ada pula kata kerja bentuk kedua (past tense) dan kata kerja bentuk ketiganya (past participle) sama. Dan yang berbeda diantara ketiga bentuk kata kerja tersebut pun ada.

Contoh :

 Infinitive/Bentuk Pertama  Past Tense/Bentuk Kedua  Past Participle/Bentuk Ketiga  Artinya
 Cut  Cut  Cut  Memotong
 Buy  Bought  Bought  Membeli
 Go  Went  Gone  Pergi
 Run  Ran  Run  Berlari

Contoh Irregular Verb diatas merupakan bentuk yang sengaja saya pilih agar bisa menjelaskan bermacam-macam cara perubahan yang ada di Irregular Verb pada bentuk pertama, kedua dan ketiga. Untuk penjelasan lebih lanjut coba Klik Irregular Verb.

Contoh dalam kalimat :

  • The paper was being cut when she came into the room.
    Kertas ini telah dipotong ketika dia masuk ke dalam kamar.
  • We have bought a number of antique desks.
    Kami telah membeli beberapa meja antik.
  • Joko has gone to the bank.
    Joko telah pergi ke bank.
  • He ran the mile in just over five minutes.
    Dia berlari sejauh satu mil hanya dalam lima menit.

Demikian penjelasan singkat tentang Regular Verb dan Irregular Verb dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang Regular Verb dan Irregular Verb silahkan klik Regular Verb dan Irregular Verb , Semoga bermanfaat.

Pengertian dan Jenis Verbs

Pengertian Verbs

Verbs didalam Bahasa Indonesia artinya adalah kata kerja, kata kerja (verb) merupakan kata yang menunjukkan perbuatan yang dilakukan seseorang/sesuatu, atau menunjukkan suatu keadaan. Verb merupakan bagian yang sangat penting dari kalimat karena tanpa kata kerja maka kalimat yang kita buat tidak akan mempunyai arti yang jelas, suatu kalimat yang lengkap setidaknya memiliki sebuah subjek dan kata kerja utama.

Jenis-jenis Verbs

Dibawah ini ada beberapa jenis dan bentuk verbs yang sangat penting untuk kita ketahui dalam mempelajari Bahasa Inggris, diantaranya adalah :

Action Verbs

Action Verb adalah kata-kata kerja yang berfungsi untuk menyatakan activity (aktivitas), process, momentary action. Action Verb
merupakan kata kerja yang menyatakan tentang apa yang dilakukan oleh subjek dalam kalimat tersebut. Action Verb adalah jenis verb (kata kerja) yang paling mudah untuk dikenali dari kata-kata kerja lainnya.

Untuk mengenali Action Verb Anda hanya perlu mengetahui apa yang subjek kerjakan, Contoh :

  • Hannah is washing her car. (Hannah sedang mengecat dinding kamarnya).
    Dalam kalimat ini Hannah berfungsi sebagai Subjek dan Kata kerjanya (Verb) adalah washing.
  • My sister is drinking a cup of tea. (Saudara perempuan saya sedang minum segelas teh).
    Dalam kalimat ini My sister berfungsi sebagai Subjek dan Kata kerjanya (Verb) adalah drinking.

Pengelompokkan action verb dilihat dari perlu atau tidaknya kata kerja (verb) memerlukan subject complement bisa dibagi dalam dua jenis Transitive Verbs dan Intransitive Verb

Transitive Verbs

Transitive Verbs merupakan kata kerja yang memerlukan objek sebagai pelengkap agar kalimat tersebut menjadi jelas artinya, atau bisa disebut juga kata kerja yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa noun atau pronoun sebagai objek pelengkapnya. Perhatikan kalimat berikut : He enjoyed the movie, pada kata kerja enjoyed memerlukan noun the movie untuk melengkapi kalimat tersebut dan the movie pada kalimat tersebut adalah sebagai objek. Tanpa adanya objek the movie kita tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya dia nikmati.

Transitive Verbs banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah sebagai berikut : enjoy, find, need, make, love, like, buy, sell, eat, dan lain sebagainya. Kita bisa menggunakan Transitive Verb pada contoh kalimat dibawah ini.

  • He enjoyed the movie. (Dia menikmati Filmnya).
  • Donita loves playing the drums. (Donita suka bermain drum).
  • She is drinking a cup of tea. (Dia sedang minum secangkir teh).

Intransitive Verbs

Sedangkan pengertian dari Intransitive Verbs adalah kata kerja yang tidak memerlukan objek, karena tanpa adanya objek pun kalimat tersebut sudah mempunyai arti yang jelas dan kata kerja yang digunakan berbentuk kata kerja aktif, seperti : become, come, die, sit, cry, sleep, stand dan lain sebagainya. Untuk lebih memahami apa itu Intransitive Verb kita bisa perhatikan kalimat dibawah ini :

– The baby is sleeping.
– The girl cried loudly.
– The man stand on the bridge.

Banyak kata kerja (verb) yang bisa berfungsi sebagai transitive verb dan intransitive. Perhatikan contoh kalimat dibawah ini

Transitive Verb Intransitive Verb
Anggun sings a song Anggun sings
She is reading a book She is reading now
Nikita wrote quickly Nikita wrote a book

Linking Verb

Linking Verb merupakan verb yang berfungsi sebagai penghubung antara subjek dengan pelengkap subjek/subject complement (pelengkap yang menerangkan subjek), letak dari subject complement(pelengkap subjek) adalah setelah linking verb. Pelengkap Subjek (Complement Subject) ini dapat berupa Noun, Pronoun, Adverb, Adjective, . Yang termasuk linking verb antara lain adalah : am, is, are, was, were, be, become, seem, been, look, smell, keep, stay, sound, feel, prove dsb.

Contoh penggunaan linking verb dalam kalimat :

  • My neighbours sound very angry. (Suara tetangga saya sangat marah)
    Dalam kalimat diatas very angry menerangkan My Neighbours.
  • Rama and Sinta are hardworking students. (Rama dan Sinta adalah siswa pekerja keras)
    Dalam kalimat diatas hardworking students menerangkan Rama and Sinta.

Ada beberapa kata kerja dalam linking verb yang juga dapat berfungsi sebagai intransitive verb, sehingga membutuhkan objek. kata kerja tersebut adalah : look, feel, smell, turn, taste.

Contoh :

  • The Lady is smelling the flowers gingerly.
  • The chef tasted the mead cautiously before presenting it.

Demikian pengertian Verb dan beberapa jenisnya, pada posting kali ini saya ambil beberapa jenis verb yang saya anggap sangat penting untuk dibahas, untuk jenis dan bentuk dari verb yang lainnya akan saya tulis dalam posting berikutnya.

Semoga tulisan mengenai Pengertian dan Jenis Verb ini bermanfat.